Pernah nggak kalian mengukur tekanan darah kalian? Kalau pernah berapa angka yang terlihat di tensimeter? Nah angka yang ditunjukkan oleh tensimeter, menunjukkan tekanan darah kalian. Pengukuran tensi atau tekanan darah dengan alat tensimeter harus akurat. Pasalnya, hasil pengukuran tensi digunakan untuk menentukan pengobatan atau penanganan medis lainnya. Salah satu penyakit yang bisa didiagnosa hanya dengan melihat tensimeter adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk itu yuk kita mengenal apa itu hipertensi.
Pengertian Hipertensi
![]() |
Mengenal Apa Itu Hipertensi |
Penyakit ini cukup banyak ditemui dan menjadi salah satu
penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia bahkan di dunia, dan
biasanya tidak ada gejala-gejala apa pun yang dialami oleh penderita. Makanya hipertensi
sering disebut dengan “pembunuh diam-diam”
karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit
ini mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti penyakit
jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan
gagal ginjal.
Gejala Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali tidak
menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa orang dengan tekanan darah yang sangat
tinggi dapat muncul gejala berupa:
- Sakit kepala
- Mimisan
- Nyeri dada atau sesak napas
Meski demikian, gejala hipertensi ini tidak spesifik dan
baru muncul jika tekanan darah terlalu
tinggi dan mengancam nyawa.
Penyebab Hipertensi
Ada dua klasifikasi atau jenis hipertensi berdasarkan
penyebabnya. Hipertensi primer atau esensial umumnya terjadi karena faktor
keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, terlalu banyak
mengonsumsi natrium (garam), stes, malas bergerak, mengonsumsi alkohol
berlebihan, dan obesitas. Ada pula yang disebut dengan hipertensi sekunder.
Penyebab hipertensi pada jenis ini, yaitu karena kondisi medis lain yang
menyertainya. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan darah tinggi, yaitu
sleep apnea, masalah pada ginjal, tumor pada kelenjar adrenal, masalah pada
tiroid, atau diabetes.
Ada beberapa kebiasaan-kebiasaan tidak baik yang menjadi pemicu
tekanan darah tinggi naik yaitu:
- Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam
- Kurang beraktivitas alias malas gerak
- Terlalu banyak makan dan makan camilan hingga kamu mengalami obesitas
- Tidak mampu mengendalikan stres
- Kebiasaan merokok, bahkan isapan pertamanya saja sudah bisa membuat tekanan darah naik drastis
- Kebiasaan minum minuman keras
- Kebiasaan minum obat sembarangan, terutama tanpa resep dokter
Upaya Pencegahan
Pengobatan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang utama
adalah dengan modifikasi gaya hidup. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, di
antaranya:
- Mengurangi asupan garam
- Olahraga teratur
- Menurunkan berat badan
- Berhenti merokok
Obat antihipertensi diberikan jika tidak ada perubahan
setelah modifikasi gaya hidup. Ada banyak jenis obat antihipertensi yang
terdiri dari golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II
receptor blockers, calcium chanel blocker, dan sebagainya.
Disamping itu, kamu juga bisa mengkonsumsi makanan alami
yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi seperti, mentimun, bawang putih,
kayu manis, kapulaga dll, yang sudah terbukti juga mampu untuk mengatasi
penaykit hipertensi.
Hal yang tak kalah adalah rutin memonitor tekanan darah.
Dengan menjaga gaya hidup sehat, rajin mengecek tekanan darah, dan konsultasi
berkala dengan dokter, bukan tidak mungkin hipertensi dapat dikendalikan.

Posted by :
Published : 2020-07-10T23:04:00+08:00